Selasa, 27 Oktober 2009

DIABETES

Diabetes Berujung Komplikasi

Vonis amputasi sudah sempat dilayangkan pihak medis kepada ibunda kami, Sriyati, ujar M.S. Yahya, Putra Sriyati yang menetap di Blitar, Jawa Timur. Sejak duduk di bangku SMA, ibu sudah menderita saya Diabetes. Selama ini kami hanya mengupayakan langkah medis sederhana dan pengobatan alternatif, untuk menanggulangi derita yang ibu alami.

Menjelang bulan puasa tahun 2007, kami dipertemukan dengan Tahitian Noni Juice sebagai mediasi kesembuhan ibu. Alhamdulillah, Allah SWT mengijinkan penyakit Diabetes ibu terobati dengan mengonsumsi TNJ 7 x 20 cc setiap hari selama dua bulan. Bulan puasa 2007 menjadi puncak penderitaan ibu kami. Gula darah mencapai angka 474, Ibu sempat tidak bisa berjalan karena bengkak dan luka di kakinya Hal tersebut juga membuatnya mendapatkan vonis amputasi oleh tim dokter. Sebuah solusi yang tidak diinginkan oleh ibu dan kami semua. Sambil mencari alternatif pengobatan lain, kami dikenalkan dengan TNJ.

Minggu pertama mengkonsumsi TNJ, ibu sudah enak makan. Biasanya ibu tidak bisa makan apapun, karena penyempitan di tenggorokan­ nya. Belum lagi masalah jantung yang juga mendera tubuhnya, sampai-sampai lambung dan paru-parunya ikut mengalami kerusakan. Tapi semuanya berangsur membaik dan normal.

Sebulan kemudian, bengkak serta luka di kaki ibu berangsur-angsur membaik. lbu sudah bisa berjalan, bahkan keluhan penglihatan di matanya juga semakin berkurang. Dari sinilah saya yakin bahwa penelitian yang menjelaskan bahwa kandungan dalam TNJ yang bisa mengatasi diabetes benar adanya. Saya hanya ingin menekankan jika Allah SWT menciptakan sesuatu pasti ada manfaatnya. Buah noni asal Tahiti dapat menjadi penawar penyakit yang dialami ibu saya.

H. Yusuf Ichsan

Diabetes Selama 40 Tahun

Dulu Yusuf Ichsan, 67 tahun, selalu menakar kadar gula yang masuk kedalam tubuh. Pasalnya ia mengidap diabetes sejak usianya 27 tahun. Badan kerap merasa lemas, dan aktifitas harus terhambat karena tidak boleh merasa lelah, “capek sedikit pasti nafas akan terasa sesak,” katanya.

Namun sejak ia rutin mengonsumsi TNJ sejak April 2008 lalu, gula darahnya yang selalu berada pada angka 200 keatas, kini berangsur normal menjadi 140. ”Sebelum saya menjalankan Tahajud, saya mengonsumsi TNJ terlebih dahulu,” cerita kakek 8 cucu ini.

Cobaan yang diujikan Allah SWT kepada Yusuf Ichsan mencapai puncaknya pada 2003 silam. Sesak nafas yang berkepanjangan, tidak bisa buang air kecil, hingga badannya yang tidak bisa bergerak menjadi pelengkap kasih sayang Allah SWT kepadanya. Sudah beragam cara, baik medis maupun alternatif ia jalani untuk mencari kesembuhan, namun kesembuhan tak jua menyapa. “Saya harus berikhtiar, hasilnya saya pasrahkan kepada Allah SWT,” tegasnya.

Memasuki tahun ke 3 penderitaannya, Yusuf diperkenalkan TNJ oleh anaknya Natalia Susia Ningrum. Awalnya TNJ ditolak mentah-mentah oleh Yusuf, “katanya jamu! Kok manis, mana bisa buat diabetes ku yang ada malah menambah parah,” ungkapnya dulu. Sekitar tiga tahun anak dan istriku harus bersabar untuk mengajak Yusuf untuk mengonsumsi secara rutin.

April 2008 lalu, dengan bujukan dan rayuan, akhirnya Yusuf mau mengonsumsi TNJ secara rutin. Setiap pagi, sore dan menjelang sholat Tahajjud menjadi jadwal rutinnya minum TNJ. Hanya berselang tujuh bulan mengonsumsi TNJ secara rutin, Yusuf Ichsan kaget saat mendapatkan hasil lab darahnya menjadi normal diangka 140. “Selama 40 tahun belum pernah angka gula darah saya berkepala 1, minimal angkanya berkepala 2.”

“Alhamdulillah derita selama 40 tahun bisa terobati. Dulu saya antipati terhadap jus ini, justru sekarang saya sangat membutuhkannya. Karenanya pada kesempatan testimoni ini, saya ingin menyampaikan bahwa TNJ menjadi mediasi kesembuhan diabetes saya. Saya menganjurkan kepada mereka yang masih ragu untuk mengonsumsinya. Saya adalah bukti nyata keampuhan Jus Noni asal Tahiti ini. Ingat doa yang diselaraskan dengan ikhtiar adalah solusi terbaik. Artinya keyakinan menjadi faktor penting dalam usaha kesembuhan diri. Dan TNJ menjadi mediasi tepat untuk kesehatannya.”


Diabetes Komplikasi ke Ginjal

Ir. Imron Sofyan

Terhindar Dari Cuci darah

Mendengarkan cerita mengenai vonis komplikasi yang nyaris merenggut jiwanya Ir. Imron tak lantas diam, melainkan berusaha keras mengurangi diabetes kronis, asam lambung tinggi, jantung membesar dan ginjal yang bocor. Belum lagi gangguan fungsi pankreas. ”Semua itu bermula sejak Mei 2007 yang lalu”, cerita Ir. Imron.

Pola hidup yang tidak sehat selama ini yang ia jalani ternyata justru memperparah penyakit diabetes yang diidapnya sejak tahun 1990.

Hal itulah yang menjadi pemicu komplikasi organ tubuh lainnya. ”dokter menyarankan saya untuk cuci darah. Tetapi saya menolaknya, sebab saya tahu, jika orang sudah cuci darah, maka akan terus cuci darah. Itulah yang saya hindari,” katanya.

Maret 2008 menjadi momentum bersejarah bagi Ir. Imron, yang mendapatkan solusi terbaik untuk penyakitnya. Seorang keponakannya, mempertemukannya dengan Tahitian Noni Juice. ”Mulanya saya tidak yakin jika jus ini membuat saya lebih baik.” tapi keraguan Ir. Imron segera terjawab, hanya dalam beberapa hari saja, staminanya meningkat drastis.

Bahkan pria asal Medan ini seakan tak percaya saat medapati hasil laboratoriumnya banyak perubahan ketimbang sebelumnya. Semua fungsi organ tubuhnya semakin membaik. Bahkan berat badannya semakin meningkat. ”Semenjak sakit, berat badan saya berkisar diangka 50 an. Semenjak minum TNJ secara teratur 2x15cc sehari, nafsu makan saya bertambah dan berat badan menjadi meningkat mencapai 63 kg.”

Kini apapun aktifitas dan makannya Ir. Imron tidak perlu khawatir lagi sebab semuanya mampu diatasi dengan TNJ. ”Tapi saya tetap ingatkan bahwa semuanya kembali kepada kita, makanan dan pola hidup harus tetap terkontrol. Bukankah menjaga lebih baik dari pada mengobati, ” pesannya.


Sumber: Testimony 2009 "mereka berkata" TNI Indonesia




Diabetes Komplikasi Ke Fungsi Hati (LEVER)

Akhiri Semua Keluhan Kesehatan - Mirna S. Prasaja



PENYAKIT diabetes yang diderita Mirna S. Prasaja, bukan karena pola hidup tidak sehat semata, namun sakit yang ia derita merupakan warisan genetik dari orang tua yang juga menderita diabetes. Awalnya Mirna tidak menyadari penderitaannya, baginya sering buang air kecil dan lemas-lemas adalah hal biasa dan wajar. Namun lambat laun hal itu mengganggu hidupnya. Karenanya Mirna mencoba mencari jawabannya melalui ilmu medis. Kekhawatiran Mirna terjawab, dokter menyatakan bahwa gula darahnya tinggi, begitu juga dengan SGOT, SGPT serta diketahui pula bahwa Mirna mengalami asam urat yang tinggi. “Informasi tersebut cukup mengejutkan saya, namun saya hanya bisa pasrah dan menurut apa yang dianjurkan dokter” ujar Mirna.

Beberapa hari berikutnya, sang Paman yang mendengar hal tersebut menyodorkan Mirna TNJ untuk membantu meminimalisir deritanya. Dalam hitungan minggu, gula darah, SGOT, SGPT dan asam uratnya turun drastis. Yang lebih mengejutkan Mirna adalah luka di ibu jari yang tidak sembuh selama berbulan-bulan, akhirnya sirna hanya dengan mengompresnya dengan TNJ selama seminggu. Ketakjuban Mirna akan khasiat TNJ bertambah ketika TNJ menurunkan demamnya yang tinggi ketika menderita Tipus, “dosisnya 20cc setiap jam sekali, Alhamdulillah trombosit saya kembali normal ". Saya merasa bersyukur atas mukjizat yang diberikan Allah SWT melalui TNJ,” cerita Mirna.


back...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar